Senin, 21 Mei 2018

Kebiasaan mudah untuk turunkan risiko kanker payudara

Kebiasaan mudah untuk turunkan risiko kanker payudara,- Banyak yang mengira bahwa kanker merupakan penyakit ganas yang tak bisa dicegah. Meski begitu para ahli memercayai bahwa kanker sebenarnya bisa dicegah. Salah satunya adalah kanker payudara.

Berdasarkan direktur Mayo Clinic Dr Brent Bauer, melakukan beberapa kebiasaan sehat bisa mencegah penyakit ini menjangkiti Anda. Berikut adalah kebiasaan mudah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker payudara.

Tidur
Tidur cukup diperlukan tubuh tak hanya untuk beristirahat, namun juga bisa menurunkan risiko kanker. Penelitian mengungkap bahwa wanita yang tidur kurang dari enam jam per malam sangat berisiko terkena kanker payudara. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang sering lembur dan sering begadang sehingga tak memiliki waktu tidur yang cukup.

Olahraga
Berolahraga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Olahraga juga mampu meningkatkan kesehatan jantung dan mental. Namun baru-baru ini penelitian juga mengungkap bahwa melakukan diet sehat yang diikuti dengan olahraga bisa menurunkan risiko kanker. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa rendahnya risiko kanker berkaitan dengan kebiasaan olahraga yang teratur.

Makan sehat
Perhatikan makanan yang Anda konsumsi. Banyak makanan yang mengandung antioksidan dan bisa digunakan untuk melawan kanker, seperti buah blueberry dan kale. Meski begitu, mengonsumsi sedikit buah yang mengandung antioksidan saja tak cukup. Anda harus memperhatikan keseluruhan makanan yang Anda konsumsi. Karena keseluruhan makanan yang dikonsumsi yang berkemungkinan berimbas pada risiko Anda terkena kanker. Tingkatkan konsumsi buah, sayur, dan kurangi konsumsi daging merah. Selain itu, selalu perhatikan berat badan Anda.

Senin, 07 Mei 2018

Ini keajaiban vitamin D pada penyakit kanker payudara

Ini keajaiban vitamin D pada penyakit kanker payudara,- vitamin D dapat membantu wanita dengan penyakit kanker payudara untuk bertahan hidup.

Penelitian yang dikeluarkan melalui Anticancer Research ini menjelaskan bahwa wanita yang menderita kanker payudara namun mempunyai kandungan vitamin D yang tinggi di dalam aliran darahnya akan memiliki tingkat harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak.

"Vitamin D yang masuk di dalam aliran darah pasien kanker payudara akan memperbaiki sel-sel normal yang rusak akibat pengaruh sel kanker. Vitamin D juga mampu untuk melawan sel-sel kanker di dalam tubuh sehingga mampu memperpanjang tingkat harapan hidup para pasien kanker," jelas penulis penelitian ini yaitu Dr Heather Hofflich, seorang profesor kedokteran di University of California San Diego.

Vitamin D dapat diproduksi secara alami di dalam tubuh dengan cara mengolah sinar matahari yang mengenai tubuh. Namun selain cara tersebut, vitamin d juga dapat diperoleh dari makanan yang mengandung vitamin D seperti susu, sereal, ikan, dan minyak ikan.

Baca juga:





Kamis, 12 April 2018

wanita lebih rentan kena kanker payudara

wanita lebih rentan kena kanker payudara,- Ketika hamil, wanita akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Terutama juga pada bagian payudara. Ketika hamil, payudara wanita semakin membesar. Selain itu, ada hal yang lain yang juga berubah pada payudara wanita ketika mereka hamil. Penelitian mengungkap bahwa wanita yang hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Avon Foundation itu, risiko kanker payudara akan meningkat ketika kehamilan wanita sudah sampai pada tahap akhir dan tetap tinggi sampai 10 tahun mendatang. Risiko terkena kanker payudara bahkan berada pada tingkat paling tinggi pada saat lima sampai tujuh tahun setelah wanita melahirkan.

Tak hanya itu, pada saat tersebut, risiko wanita meninggal akibat kanker payudara juga meningkat hingga 2,5 kali lipat. Ini tak hanya berlaku pada kehamilan pertama, melainkan juga untuk kehamilan-kehamilan selanjutnya.

Apa yang menyebabkan hal ini? Peneliti menemukan bahwa hormon yang mempersiapkan payudara untuk menyusui dan memproduksi ASI sama dengan hormon yang bisa meningkatkan pertumbuhan sel kanker. Untuk itu, selama lima tahun pertama setelah melahirkan, sangat penting bagi wanita untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada payudaranya.

Namun ibu baru tak perlu terlalu khawatir, karena menyusui anak juga diketahui bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara. Peneliti percaya bahwa ketika sel payudara mulai dewasa dan memproduksi ASI, terdapat perubahan pada struktur gen yang melindungi wanita dari penyakit tersebut.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa sebaiknya wanita memperhatikan dengan pasti kesehatan payudara mereka setelah melahirkan dan berusaha menyusui anak mereka.

Untuk informasi pengobatan anda bisa langsung klik obatbenjolandipayudara.walatragamat.com

Selasa, 27 Februari 2018

Mitos tentang kanker payudara terbongkar

Mitos tentang kanker payudara terbongkar,- Bagi wanita cemas akan risiko kanker payudara, ada beberapa hal yang membuat kekhawatiran mereka bertambah. Namun sebaiknya jangan terlalu percaya dengan mitos yang beredar. Ayo simak terbongkarnya mitos tentang kanker payudara selengkapnya

Kanker payudara sama seperti hukuman kematian
Salah. Sebab dengan berbagai macam pengobatan dan majunya penelitian, bukan tidak mungkin kesempatan hidup pasien kanker payudara bertambah lebih lama. Sampai saat ini, kesempatan bertahan hidup 10 tahun setelah diagnosis mencapai angka kemungkinan 85-90 persen.

Penderita punya sejarah kanker payudara
Tidak benar. Faktanya, sebanyak 70 persen wanita yang terserang kanker payudara tidak memiliki sejarah keluarga dengan penyakit yang sama.

Hanya wanita tua yang terkena kanker payudara
Jangan percaya. Sebenarnya kanker payudara bisa menyerang pada usia berapapun. Sebab 25 persen wanita penderita kanker payudara berusia di bawah 50 tahun.

Benjolan pada payudara pasti kanker
Belum tentu. Jangan panik dan menganggap setiap benjolan pada payudara adalah kanker. Bisa saja itu hanya masalah kesehatan lain yang tidak ada hubungannya dengan kanker.

Untuk informasi selengkapanya anda bisa langsung klik obatbenjolandipayudara.walatragamat.com

Minggu, 25 Februari 2018

Jangan Buru-Buru Panik, Belum Tentu Kanker

Jangan Buru-Buru Panik, Belum Tentu Kanker,- target utama terjangkitnya penyakit ini. Saat kanker berkembang di tubuh, bukan hanya jaringan payudara saja yang berisiko diangkat tapi juga membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Gejala awal yang seringkali mengindikasikan penyakit kanker payudara adalah timbulnya benjolan di area payudara. Ketika payudara diraba, ada bagian seperti gumpalan daging yang ada di payudara. Namun sepertinya kamu tidak perlu buru-buru menyimpulkan itu adalah kanker jika menemukan benjolan Ladies.

Deborah Lindner, dikutip dari MD, mengatakan bahwa 80% dari benjolan di payudara adalah tumor jinak. Kebanyakan benjolan tersebut bukan lah kanker. Hal ini terutama berlaku jika Anda berusia 30 tahun, yang mana memiliki risiko mengembangkan kanker payudara lebih kecil dari usia 40 tahu ke atas. Tentu saja risiko terkena kanker payudara akan meningkat jika kamu punya riwayat keluarga yang sebelumnya pernah mengalami kanker payudara.

Lakukan hal ini jika kamu pertama kali menemukan benjolan di payudara.

Gambar payudara kamu di sebuah kertas lengkap dengan puting payudaranya. kemudian beri lingkaran hitam untuk menunjukkan letak benjolan di payudara dan kira-kira seberapa besarnya.
Biarkan selama 2-3 minggu berikutnya. Cek benjolan itu lagi, dan jika membesar. Langsung pergi ke dokter. Jika benjolan hilang, tak perlu khawatir berlebihan.
Benjolan yang menandakan kanker tidak akan muncul dan hilang begitu saja. Dan membiarkan hingga 2-3 minggu untuk memastikan benjolan juga membuat kamu lebih yakin akan kesehatan. Tapi jika masih ragu dan tak nyaman dengan munculnya benjolan, daripada kepikiran terus-menerus, segera periksakan saja ke dokter agar lebih yakin.

Ini Alasan Normal Mengapa Payudara Terasa Benjol

Ini Alasan Normal Mengapa Payudara Terasa Benjol,- Terkadang payudaramu akan terasa agak padat, keras, timbul benjol dan bahkan terasa sakit. Ada banyak alasan yang membuat payudaramu berubah dari biasanya, bukan berarti kamu mengidap kanker payudara, karena inilah alasan-alasan mengapa payudaramu bisa terasa seperti itu.

Kamu punya payudara yang padat
Payudara terdiri dari jaringan lemak dan syaraf. Hematologi Parvin F. Peddi, M.D., dari UCLA mengatakan bahwa wanita muda wajar memiliki payudara yang agak sedikit menonjol atau benjol di bagian tertentu karena jaringannya masih kencang.

Tumbuh jaringan abnormal tumor
Salah satu penyebab adanya benjolan di payudara karena adanya fibroadenoma, tumbuhnya jaringan tumor non-cancer atau tidak berkembang jadi kanker. Menurut American Cancer Society (ACS), hal ini banyak terjadi pada wanita usia 20-30an tahun.

Kamu punya kista
Dokter kandungan Sherry Ross, M.D., mengatakan bahwa adanya benjol di payudara bisa disebabkan fibrosis atau tumbuhnya kista. Kista pada payudara bisa dialami 60 persen wanita di dunia. Area fibrosis bisa terasa padat, kenyal dan agak sulit dipegang. Hal ini akan lebih tampak ketika kamu menstruasi.

Gejala Kanker Payudara Yang Bisa Diamati Secara Fisik

Gejala Kanker Payudara Yang Bisa Diamati Secara Fisik,- Yang Anda tahu mungkin tanda kanker payudara adalah ketika ada benjolan yang muncul di payudara atau di ketiak. Namun, benjolan belum tentu menentukan bahwa ia bersifat gaanas atau tidak.

Andrew Putnam, direktur Program Palliative Care di Lombardi Comprehensive Cancer Center dan Georgetown University, mengatakan seperti dilansir MSN bahwa "terkadang benjolan kanker tertanam jauh di dalam jaringan payudara, dan saking padatnya, sampai tak terasa."

Sebenarnya sangat penting untuk mengamati beberapa gejala lain yang biasa ditemui pada penderita kanker payudara. Lima gejala lain yang kurang dikenal oleh wanita yang menunjukkan kanker payudara adalah sebagai berikut.

Gatal, sakit dan memerah

Gejala kanker payudara adalah ketika ada rasa panas ketika disentuh, dan payudara tersebut meradang. Dibandingkan kasus tumor payudara pada umumnya, gejala ini lebih menunjukkan sebuah peradangan yang disebabkan oleh kanker.

Payudara juga menjadi bengkak, sakit, kulitnya kemerahan dan bersisik. Dan apabila diperhatikan lebih lanjut, warnanya akan berubah jadi keunguan seperti memar.

Pada tahap selanjutnya, ia akan berlesung pipit atau berubah karakternya seperti kulit jeruk.

Rasa sakit ini mirip dengan nyeri saat PMS, namun, rasa gatalnya akan menunjukkan reaksi alergi dan tidak hilang hanya dalam beberapa hari. Sel kanker di dalam payudara akan cepat memblokir pembuluh darah yang memberi makanan pada kulit, inilah sebabnya terasa panas, dan meradang.